Ramen dan ramyeon adalah dua jenis mie yang berasal dari Jepang dan Korea yang sering dianggap serupa. Keduanya memang sama-sama berupa mie kuah dengan bumbu khas masing-masing, namun terdapat perbedaan signifikan dalam bahan, cara penyajian, serta cita rasa. Berikut adalah beberapa Perbedaan ramen Jepang dan ramyeon Korea.
1. Asal-usul dan Sejarah
Ramen berasal dari Jepang dan memiliki pengaruh dari mie Tiongkok. Awalnya, ramen dikenal sebagai “shina soba” yang merujuk pada mie dari China yang diperkenalkan ke Jepang pada awal abad ke-20. Seiring waktu, ramen berkembang menjadi makanan khas Jepang dengan berbagai variasi kuah dan topping yang beragam.
Ramyeon, di sisi lain, adalah mie instan khas Korea yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an. Ramyeon lebih dikenal sebagai makanan cepat saji yang praktis dan sering kali memiliki cita rasa pedas. Meskipun berasal dari konsep mie instan Jepang, ramyeon berkembang menjadi varian khas Korea dengan bumbu yang lebih kuat dan beragam.
2. Tekstur dan Jenis Mie
Mie ramen Jepang biasanya terbuat dari tepung terigu dengan tambahan kansui (larutan alkali) yang memberikan warna kuning khas dan tekstur kenyal. Tekstur mie ramen lebih elastis dan beragam bentuknya, tergantung pada jenis ramen yang dibuat.
Sementara itu, mie ramyeon Korea umumnya berbentuk keriting dan diproduksi dalam bentuk instan. Mie ini lebih kenyal dan memiliki tekstur yang sedikit lebih tebal dibandingkan mie instan pada umumnya. Karena diproduksi secara massal, mie ramyeon cenderung memiliki tekstur yang seragam.
3. Kuah dan Rasa
Kuah ramen Jepang sangat beragam dan dibuat dengan proses memasak yang lebih panjang serta bahan-bahan alami seperti kaldu tulang, kecap asin, miso, dan garam. Beberapa jenis ramen Jepang yang populer meliputi:
- Shoyu Ramen (kuah berbasis kecap asin)
- Miso Ramen (kuah berbasis miso fermentasi)
- Shio Ramen (kuah berbasis garam)
- Tonkotsu Ramen (kuah berbasis tulang babi yang dimasak lama hingga kental)
Sebaliknya, kuah ramyeon Korea cenderung lebih pedas dan memiliki rasa yang lebih kuat karena menggunakan bumbu bubuk instan yang sudah dicampur dengan cabai dan penyedap rasa. Beberapa varian populer dari ramyeon meliputi:
- Shin Ramyun (pedas dan gurih)
- Jjajangmyeon Ramyeon (dengan saus kedelai hitam)
- Kimchi Ramyeon (mengandung kimchi untuk rasa asam dan pedas)
4. Penyajian dan Topping
Ramen Jepang biasanya disajikan dengan berbagai topping segar seperti irisan daging babi (chashu), telur rebus setengah matang (ajitsuke tamago), daun bawang, rumput laut, dan jagung. Setiap jenis ramen memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajian toppingnya.
Sementara itu, ramyeon Korea lebih sering disajikan dengan tambahan sederhana seperti telur, irisan daun bawang, dan kadang-kadang keju atau kimchi. Beberapa orang juga menambahkan sosis atau dumpling (mandu) untuk memperkaya rasa.
5. Cara Memasak dan Konsumsi
Ramen Jepang umumnya dimasak dengan teknik yang lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih lama. Restoran ramen sering kali memiliki resep khas mereka sendiri untuk kuah dan mie, yang dibuat dengan bahan-bahan alami tanpa tambahan bahan pengawet.
Sebaliknya, ramyeon Korea lebih praktis dan mudah disiapkan. Karena merupakan mie instan, ramyeon hanya memerlukan air panas dan waktu memasak sekitar 3-5 menit. Ini menjadikannya pilihan favorit bagi banyak orang yang ingin makan cepat dan praktis.
Kesimpulan
Meskipun ramen Jepang dan ramyeon Korea sama-sama berbasis mie, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dalam hal bahan, tekstur, rasa, serta cara penyajian. Ramen Jepang lebih kompleks dalam penyajian dan kaya akan variasi kuah, sementara ramyeon Korea lebih dikenal sebagai makanan instan dengan cita rasa pedas dan gurih yang khas. Keduanya memiliki penggemar masing-masing dan sama-sama lezat tergantung pada selera individu.