Keju adalah salah satu bahan makanan yang memiliki peran penting dalam kuliner Eropa. Dari hidangan klasik hingga inovasi modern, keju hadir dalam berbagai bentuk, tekstur, dan rasa yang khas, menjadikannya bahan esensial dalam banyak masakan. Setiap negara di Eropa memiliki tradisi pembuatan dan penggunaan keju yang unik, yang telah berkembang selama berabad-abad.
Artikel ini akan membahas sejarah keju di Eropa, ragam jenis keju yang terkenal, serta peran keju dalam masakan Eropa digunakan dalam berbagai hidangan khas dari berbagai negara.
1. Sejarah Keju di Eropa
Keju telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Eropa selama ribuan tahun. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa produksi keju sudah dilakukan sejak sekitar 7.000 tahun yang lalu di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Swiss, Italia, dan Yunani.
Pada zaman Romawi, keju mulai diproduksi secara lebih sistematis. Orang Romawi tidak hanya menyempurnakan teknik pembuatan keju, tetapi juga memperkenalkannya ke berbagai wilayah yang mereka taklukkan, seperti Prancis, Spanyol, dan Inggris. Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, biara-biara di Eropa mengambil alih peran dalam produksi keju, mengembangkan resep dan metode yang masih digunakan hingga saat ini.
Keju terus berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner di berbagai negara Eropa. Hingga kini, Eropa tetap menjadi pusat produksi keju dunia, dengan ribuan jenis keju yang berasal dari berbagai daerah.
2. Ragam Jenis Keju di Eropa
Eropa memiliki berbagai jenis keju yang terkenal di seluruh dunia. Berikut beberapa contoh keju yang paling populer:
a. Keju Keras dan Semi-Keras
Keju jenis ini memiliki tekstur padat dengan rasa yang bervariasi dari lembut hingga tajam.
-
Parmigiano-Reggiano (Italia) – Keju keras yang dikenal sebagai “raja keju,” sering digunakan dalam masakan Italia.
-
Gouda (Belanda) – Keju semi-keras dengan rasa manis dan sedikit kacang, populer di berbagai masakan.
-
Cheddar (Inggris) – Keju semi-keras yang memiliki rasa kuat dan sering digunakan dalam sandwich serta saus.
b. Keju Lunak dan Berkulit
Keju jenis ini memiliki tekstur lembut dan sering kali memiliki kulit alami yang dapat dimakan.
-
Brie (Prancis) – Keju dengan kulit putih lembut dan rasa krimi yang khas.
-
Camembert (Prancis) – Mirip dengan Brie tetapi memiliki rasa yang lebih tajam.
-
Taleggio (Italia) – Keju lunak dengan kulit yang sedikit beraroma tetapi memiliki rasa yang lembut.
c. Keju Biru
Keju biru memiliki bintik-bintik biru atau hijau dari jamur yang memberikan rasa khas.
-
Roquefort (Prancis) – Salah satu keju biru tertua yang terbuat dari susu domba.
-
Gorgonzola (Italia) – Keju biru yang memiliki tekstur lebih lembut dibandingkan Roquefort.
-
Stilton (Inggris) – Keju biru yang memiliki cita rasa lebih kering dan gurih.
d. Keju Segar
Keju ini biasanya tidak melalui proses pematangan dan memiliki tekstur lembut.
-
Ricotta (Italia) – Keju segar yang digunakan dalam hidangan pasta dan dessert.
-
Mozzarella (Italia) – Keju elastis yang sering digunakan dalam pizza dan salad.
-
Feta (Yunani) – Keju segar dengan rasa asin dan tekstur yang sedikit rapuh.
3. Keju dalam Masakan Eropa
Keju digunakan dalam berbagai cara dalam masakan Eropa, baik sebagai bahan utama maupun sebagai penyedap rasa. Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya dalam masakan khas dari berbagai negara:
a. Italia: Keju dalam Pasta dan Pizza
Italia dikenal sebagai salah satu negara yang paling banyak menggunakan keju dalam masakannya.
-
Parmigiano-Reggiano sering digunakan sebagai taburan dalam pasta seperti spaghetti carbonara dan fettuccine alfredo.
-
Mozzarella adalah bahan utama dalam pizza klasik Italia, memberikan tekstur leleh yang khas.
-
Ricotta digunakan dalam isian ravioli dan lasagna untuk menambahkan kelembutan pada hidangan.
b. Prancis: Keju dalam Hidangan Elegan
Prancis memiliki budaya kuliner yang kaya akan keju.
-
Brie dan Camembert sering disajikan sebagai bagian dari hidangan pembuka atau sebagai camilan dengan anggur.
-
Roquefort digunakan dalam saus yang kaya rasa, seperti saus untuk steak atau salad dressing.
-
Gratin dauphinois, hidangan kentang panggang khas Prancis, sering kali menggunakan keju seperti Gruyère untuk menciptakan tekstur renyah di atasnya.
c. Swiss: Keju dalam Fondue dan Raclette
Swiss dikenal dengan hidangan keju leleh yang lezat.
-
Fondue adalah hidangan di mana keju seperti Emmental dan Gruyère dilelehkan dan disantap dengan roti atau sayuran.
-
Raclette adalah keju yang dilelehkan dan kemudian dituangkan di atas kentang dan daging asap.
d. Spanyol: Keju sebagai Camilan dan Tapas
Spanyol memiliki berbagai jenis keju yang sering disajikan dalam tapas atau sebagai bagian dari hidangan utama.
-
Manchego, keju keras dari susu domba, sering disajikan dengan madu atau buah-buahan kering sebagai camilan.
-
Queso de Cabrales, keju biru khas Spanyol, digunakan dalam saus untuk menambah rasa tajam pada daging.
e. Inggris: Keju dalam Hidangan Tradisional
Inggris memiliki tradisi panjang dalam penggunaan keju dalam hidangan sehari-hari.
-
Cheddar sering digunakan dalam macaroni and cheese, salah satu hidangan keju paling populer di dunia.
-
Ploughman’s lunch, hidangan klasik Inggris, terdiri dari keju cheddar, roti, dan acar.
-
Welsh rarebit, roti panggang dengan saus keju berbahan dasar cheddar, adalah hidangan klasik lainnya.
Kesimpulan
Keju memiliki peran yang sangat penting dalam masakan Eropa, baik sebagai bahan utama maupun sebagai pelengkap rasa. Setiap negara memiliki keju khas dengan karakteristik unik, yang kemudian diaplikasikan dalam berbagai hidangan klasik.
Dari pizza Italia hingga fondue Swiss, dari pasta berlapis keju hingga keju biru dalam salad, keberagaman keju di Eropa menunjukkan betapa mendalamnya pengaruh bahan ini dalam dunia kuliner. Dengan perkembangan zaman, keju terus menjadi bahan yang dinamis, beradaptasi dalam berbagai inovasi kuliner tanpa kehilangan akar tradisinya.